Bawang Putih

Publikasi ilmiah yang telah dilakukan menunjukkan, bawang putih merupakan salah satu bahan pangan terbaik untuk mencegah timbulnya penyakit. Bagaimana cara pemanfaatannya supaya diperoleh hasil maksimal?

Rempah-rempah apa yang paling berkhasiat, bawang putih adalah jawabannya. Bumbu-bumbuan dengan nama ilmiah Allium sativum Linn telah lama dipergunakan sebagai obat alami. Secara tradisional, masyarakat kita menggunakan bawang putih untuk beragam penyakit. Misalnya nyeri kepala, flu, disentri, batuk rejan, bisul yang baru tumbuh, cacingan nyeri haid, perut kembung, masuk angin, ambeien dan cantengan.

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, diketahui bawang putih mengandung zat-zat penting yang bermanfaat bagi kesehatan. Kandungan minyak atsiri misalnya, berkhasiat sebagai anti bakteri dan anti septik. Kandungan alliin dan aliin berkaitan dengan kemampuan anti kolesterol. Bawang putih juga mengandung kalsium, saltivine, belerang (sulfida), protein, lemak, fosfor, besi, serta vitamin A, B1 dan C.

Diantara beberapa komponen bioaktif yang terdapat dalam bawang putih, senyawa sulfida adalah senyawa yang banyak jumlahnya. Senyawa-senyawa tersebut antara lain adalah dailil sulfida atau dalam bentuk teroksidasi disebut dengan alisin. Sama seperti senyawa fenolik lainnya, alisin mempunyai fungsi fisiologis yang sangat luas, termasuk sebagai antioksidan, antikanker, antitrombotik, antiradang, penurunan tekanan darah dan dapat menurunkan kolesterol darah.

Beberapa penelitian epidemiologis juga menunjukkan bahwa terdapat korelasi antara konsumsi bawang putih dengan penurunan penyakit kardiovaskuler, seperti ateriosklerosis (penumpukan lemak), jantung koroner, dan hipertensi. Menurut Guru Besar Farmasi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA-UI) Prof. Dr. Sumali Wiryowidagdo, bawang putih merupakan salah satu herbal yang multi khasiat. “Bawang putih dapat digunakan untuk memelihara kesehatan jantung. Caranya dengan mereduksi serum lipid, menyekat penjendalan keping darah dan mengurangi tekanan darah.

Bagian bawang putih yang dapat digunakan diantaranya bawang putih segar atau yang sudah dikeringkan serbuk bawang putih, ekstrak bawang putih serta minyak atsiri yang mengandung 0,6-1,3% allicin. Dosis bawang putih yang dapat digunakan, diantaranya 400-1200 mg sehari untuk bawang putih yang berbentuk serbuk. Sebanyak 1000-3000mg  sehari dalam bentuk kapsul, 300 mh sediaan bawang putih standar dihitung sebagai alicin atau 2-4 siung bawang putih (4-8 gram) sehari.

Prof. Sumali mengingatkan perlunya kehati-hatian saat memanfaatkan bawang putih, terutama bagi mereka yang mengalami hipersensitivitas dan alergi bawang. Di samping itu, sampai sekarang tidak ada laporan mengenai toksisitas bawang putih. Pemakaian dalam dosis tinggi, kemungkinan menyebabkan iritasi. Bawang putih juga tidak dianjurkan bagi perempuan hamil karena berpengaruh terhadap janin.


=====================================

>>> Jual Kapsul Garlic (Kapsul Bawang Putih), Klik Detail Disini!
=====================================
This entry was posted in Bawah Putih and tagged , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>